Lingkungan Pergaulan (Social Circle) sebagai Determinan Perkembangan Individu: Tinjauan Integratif dari Perspektif Psikologi, Agama Islam, dan Ilmu Sosial
DOI:
https://doi.org/10.34005/spektra.v5i3.5310Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan pergaulan (social circle) terhadap perkembangan individu melalui pendekatan integratif multidisiplin. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis dengan mengeksplorasi perspektif Psikologi Sosial, Agama Islam (dalam Al-Qur'an, Hadis, dan Tasawuf), Sejarah, dan Filsafat. Hasil analisis menunjukkan konvergensi yang signifikan antar disiplin ilmu mengenai kekuatan determinan lingkungan sosial. Dalam psikologi, teori Social Learning dan Conformity menjelaskan mekanisme peniruan dan penyesuaian diri. Agama Islam menegaskan hal ini melalui hadis Nabi tentang analogi penjual minyak wangi dan pandai besi, serta konsep ukhuwah. Tasawuf menekankan peran "Sohbet" (pergaulan dengan orang shaleh) untuk transfer cahaya spiritual (nur). Sejarah membuktikan melalui kelompok Renaissance dan halaqah sahabat Nabi bagaimana circle membentuk peradaban. Filosofi Aristoteles tentang "zoon politikon" memperkuat dasar manusia sebagai makhluk sosial. Simpulan penelitian ini adalah bahwa lingkungan pergaulan bukan hanya faktor pendukung, melainkan determinan fundamental yang mempengaruhi pola pikir, kebiasaan, ketahanan mental, standar hidup, dan arah masa depan individu. Implikasinya, intervensi melalui pembinaan komunitas positif (seperti halaqah dalam Islam) perlu menjadi strategi utama dalam pendidikan, dakwah, dan pengembangan masyarakat.
References
2. Al-Ghazali, A. H. (2005). Ihya' Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kotob al-Ilmiyah.
3. Al-Qusyairi, Abdul Karim. (2007). Risalah Qusyairiyah. Kairo: Dar al-Salam.
4. Arusy, S., & Uyuni, B. (2020, September). Effective Concepts And Methods Of Dakwah In The Global World. In Proceeding International Da'wah Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 232-254).
5. Asch, S. E. (1951). Effects of group pressure upon the modification and distortion of judgments. Groups, leadership, and men.
6. Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
7. Christakis, N.A., & Fowler, J.H. (2009). Connected: The Surprising Power of Our Social Networks and How They Shape Our Lives. New York: Little, Brown and Company.
8. Festinger, L. (1957). A theory of cognitive dissonance. Stanford University Press.
9. Hadi, A., & Uyuni, B. (2021). The Critical Concept of Normal Personality in Islam. Al-Risalah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 12(1), 1-19.
10. Ibn Khaldun. (2015). Muqaddimah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
11. We Are Social. (2023). Digital 2023: Indonesia. Diakses dari https://datareportal.com/reports/digital-2023-indonesia






