Studi Tentang Kedisiplinan Belajar Siswa Dari Keluarga Broken Home Di SMPN 23 Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.34005/guidance.v22i02.4769Keywords:
Kedisiplinan Belajar, Broken homeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa yang berasal dari keluarga broken home di SMPN 23 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data didapatkan melalui proses menganalisis hasil tanskrip wawancara, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dari guru BK, guru mata pelajaran, siswa yang berasal dari keluarga broken home serta teman dekat siswa tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tiga siswa yang berasal dari keluarga broken home memiliki masalah dalam kedisiplinan belajarnya ditunjukkan dengan bukti-bukti ketidakhadirannya di sekolah, dan jarang mengumpulkan tugas yang diberikan oleh guru. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa kondisi keluarga siswa SMPN 23 Samarinda yang tidak utuh atau broken home berpengaruh terhadap kedisiplinan belajarnya, terutama dalam hal kehadiran, pengumpulan tugas, dan partisipasi di sekolah. Kurangnya perhatian orang tua akibat perceraian menyebabkan siswa harus mandiri dan menghadapi berbagai hambatan belajar.













