PENGARUH STRUKTUR MODAL, SALES GROWTH, PROFITABILITAS, DAN OPERATING CAPACITY TERHADAP FINANCIAL DISTRESS
(Studi Empiris Perusahaan Sektor Transportasi dan Logistik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020-2024)
DOI:
https://doi.org/10.34005/gwwm0872Keywords:
Kata kunci: Struktur modal, Pertumbuhan Penjualan, Profitabilitas, Kapasitas Operasional, Kesulitan Keuangan, Altman Z-Score, Keywords: Capital structure, sales growth, profitability, operating capacity, financial distress, Altman Z-ScoreAbstract
ABSTRAK
Tingginya jumlah perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan pasca pandemi, seperti PT Sritex, PT Sepatu Bata Tbk, Pegipegi, dan BPR Artafik Indonesia, mencerminkan lemahnya ketahanan keuangan perseroan dalam menghadapi dinamika bisnis yang tidak menentu. Situasi ini menunjukkan pentingnya bagi perusahaan untuk memperkirakan risiko kebangkrutan dengan memahami faktor keuangan yang memicu kesulitan keuangan. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan ketidakpastian pengaruh variabel-variabel tersebut, terutama struktur modal dan pertumbuhan penjualan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh struktur permodalan, pertumbuhan penjualan, profitabilitas, dan kapasitas operasi terhadap kesulitan keuangan pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang tercatat di BEI periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda. Kesulitan keuangan diukur menggunakan metode Altman Z-Score yang dimodifikasi. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) struktur modal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesulitan keuangan, (2) pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh pada kesulitan keuangan, (3) profitabilitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesulitan keuangan, dan (4) kapasitas operasi tidak berpengaruh pada kesulitan keuangan. Harapan dari penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi perusahaan dalam mengambil keputusan strategis untuk menghindari kesulitan keuangan, sekaligus menjadi acuan bagi investor dan akademisi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penambahan variabel kapasitas operasional dan penggunaan data dari periode terakhir.
ABSTRACT
The high number of companies experiencing financial difficulties post-pandemic, such as PT Sritex, PT Sepatu Bata Tbk, Pegipegi, and BPR Artafik Indonesia, reflects the company's weak financial resilience in facing uncertain business dynamics. This situation demonstrates the importance for companies to estimate the risk of bankruptcy by understanding the financial factors that trigger financial stress. However, previous research results indicate uncertainty in the influence of these variables, particularly capital structure and sales growth, so further research is needed. This study aims to examine the influence of capital structure, sales growth, profitability, and operational capacity on the financial difficulties of transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020-2024 period. This study uses a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial reports and the analytical method used is multiple linear regression. Financial distress is measured using the modified Altman Z-Score method. The testing tool used in this study is SPSS version 30. The results of the study indicate that: (1) capital structure has a significant effect on financial distress, (2) sales growth does not affect financial distress, (3) profitability has a significant effect on financial distress, and (4) operational capacity does not affect financial distress. It is hoped that this research can guide companies in making strategic decisions to avoid financial distress, as well as serve as a reference for investors and academics. The novelty of this research lies in the addition of operational capacity variables and the use of more recent data.








